5 Frase Yang Sebaiknya Dihindari Dalam Kebiasaan Komunikasi Kita

“Pikirkan sebelum kamu berbicara” adalah sebuah petuah yang sepatutnya kita terapkan dalam komunikasi kita sehari-hari. Sayangnya kebanyakan dari kita tidak menyadari bagaimana bahasa berperan di dalam kehidupan kita. Meminta pekerjaan baru atau relasi hubungan dan menampilkannya membutuhkan lebih dari pikiran positif, menurut Gary Douglas founder dari Access Consciousness, yang bekerja dengan orang orang di seluruh dunia tentang bagaimana menggunakan bahasa untuk menciptakan apa yang mereka betul betul inginkan.

Kata yang kamu gunakan memiliki getaran energi. Bahasa pertama di bumi adalah energi. Bila hidupmu tidak seperti yang kamu harapkan, kamu dapat mengubah hidupmu dengan mengubah kata/ kalimat yang kamu gunakan setiap harinya. Kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa kita terlatih untuk menggunakan kalimat yang justru membatasi diri kita.

Alam semesta ini semua berkomunikasi. Kita masih menggunakan kata-kata yang masih memiliki kekuatan yang tak terduga untuk menghentikan kita berkarya. “Ini adalah alasan kenapa metode the law of attraction dan berpikir positif sering kali tidak berfungsi”, kata Gary Douglas.

5 Frase Yang Sebaiknya Kita Hindari di dalam Komunikasi Kita.

1. Want atau Pengen.

Berhentilah untuk mengatakan “Saya pengen…….” atau “I want…..,”. 

Ada 26 (sejak tahun 1946) definisi dari kamus terjemahan “Want/pengen” yang berarti “to lack” atau “kekurangan”. Tapi gunakan pertanyaan, “Apa yang akan diperlukan agar saya mendapatkan pekerjaan baru atau relationship baru yang menyenangkan untuk saya?”

2. Gunakan Pertanyaan.

Ketika kamu mengatakan “Saya sakit dan capek akan…..”, kamu menciptakan penyakit dan kelelahan untuk dirimu, loh! Dan bila kamu menyadari bahwa kamu telah mengatakan itu, sebaiknya gantilah dengan bertanya, “Apa yang membuat saya sakit dan lelah ini?” dan kemudian ubahlah hal itu.

3. Hindari kata Manifesting atau Mewujudkan.

Rahasia penyalahgunaan kata “manifesting” atau “mewujudkan”. Tidak ada hal yang terwujud karena kita bertanya untuk sebagaimana sesuatu muncul, bukan bagaimana caranya.

“Saya mewujudkan” berarti Saya bagaimana hal itu mewujud…, jadi lebih baik bertanya apa yang kamu ingin aktualisasikan (artinya untuk membawa ke eksistensi fisik). Pertanyaannya adalah “Apa yang diperlukan bagi saya agar bisa mengaktualisasikan lebih banyak uang daripada yang dapat saya belanjakan?”.

4. “Why” atau “Kenapa?”

“Why” atau “Kenapa?”adalah pertanyaan yang membawamu berputar dalam lingkaran, (kamu pasti paham, semua anak usia 2 tahun sudah sering membawamu ke lingkaran itu). Jadi alih-alih menggunakan ‘Why?”, tanyakanlah “Apa yang diperlukan agar hal ini menjadi berbeda?” atau “Hal lain apa yang mungkin?” dan amati pilihanmu akan berubah.

5. Try atau Coba

Try atau coba adalah sebuah ilusi bahwa kamu membuat pilihan yang mana kamu sebenarnya tidak menentukan pilihan. — Mencoba berdiri dan berdiri. Sebaiknya kamu membuat pertanyaan yang memungkinkan dirimu membuat pilihan.

“Bagaimana cara saya mengubah ini?” misalnya. Atau…,

“Apa yang diperlukan untuk menerima ini?” akan membuka pintu pilihan lain dan kemungkinan yang berbeda.

Semua kamu dari sebelum tahun 1946 akan membuka wawasanmu untuk memilih kata-kata dengan kesadaran apa arti kata yang sesungguhnya, saran Gary Douglas. Dan kamu akan menciptakan lebih banyak lagi dengan menanyakan pertanyaan yang mengijinkan semesta mengirim sesuatu yang bahkan lebih besar daripada yang kamu bayangkan.

Bertanya “Kapan mobil BMW warna perak baruku akan muncul?” adalah bukan sebuah pertanyaan, melainkan merupakan sebuah kesimpulan yang menggunakan tanda tanya. Apa yang diperlukan untuk memiliki mobil baru yang cepat, indah, dan menyenangkan untuk dikemudikan adalah bentuk pertanyaan yang mengijinkan dirimu membawanya ke dalam eksistensi kehidupanmu. Lebih membuka peluang untuk menciptakannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Skip to content